el gibrany

ProsaNovember 25, 2005 8:11 am

Titik pusat cahaya
Itu cinta
Tak banyak
Yang mengetahui kebenarannya
Sedikit

Dan cinta
Memberi tiga contoh
Dengan tiga golongan

Golongan yang diberi petunjuk
Golongan yang diberi pertolongan
Dan golongan yang diberi keselamatan

Kemudian menjadi lebih sedikit lagi
Tujuh puluh satu dari kaum yang diberi petunjuk
Tujuh puluh dua dari kaum yang diberi pertolongan
Dan tujuh puluh tiga dari kaum yang diberi keselamatan

Tidak banyak yang menyadari
Dan mengetahui kebenarannya
Titik pusat cahaya
Adalah cinta

Prosa, CintaNovember 8, 2005 12:25 pm

Dinihari. Ketika jarum pendek dua garis melewati angka satu.

Image hosting by PhotobucketMasih di sekitar cinta. Kalimat-kalimat yang merayap, memanggil cinta dengan lambaian cemburu, berjubah kerinduan yang ingin disampaikan tiap detik. Kata-kata itu pudar saat cemburu berkunjung di gelap ruang. Seketika kalimat runtuh bersamanya. Mungkinkah ada kalimat tanpa kata? Mungkin saja, tapi tidak merayap.

Kata-kata itu menggenang menjadi frase-frase. Berusaha menjadi kalimat-kalimat lagi.

Hening

Dinding mematung, lantai membisu, jendela dan pintu terpaku di kehampaan. Ada yang hilang.

Lalu mawar itu kembali berbunga. Bertanya pada krisan di dekatnya, “ada yang kau rasa hilang, teman?”
“ada” jawab krisan singkat
“katakan padaku, apa yang hilang dan berapa banyak?”

singgasana?”
“bukan”
“jubah kebesaran?”
“juga bukan”
“mahkota?”

Krisan diam.

“apa maksudnya?” pikir mawar, lalu kembali bertanya kepada krisan, “jelaskan kepadaku teman, dimana ketidakmengertianku”
“hai perdu, sebentar lagi kau akan tahu. Tapi harusnya kau sudah tahu dengan melihat kita, kau dari siapa dan aku dari siapa, bagaimana kita disini” jelas krisan.

Sesosok bayangan dari sesuatu tiba-tiba muncul dari bayangan, memangkas habis krisan dan mencampakkannya ke tanah. Krisan itu mati.
“aku menemukanmu disini” sejenak dia diam. “dibalik krisan yang seharusnya tak disini mengorbankanmu” lanjutnya.

Aku masih melihat, aku sayang kamu. Aku masih jelas membaca, aku cinta kamu, diantara aku takut kehilanganmu, aku rindu kamu, aku membutuhkanmu, jangan pergi dariku, jangan berhenti mencintaiku.
Setelah itu…

“hey! Aku temukan dia disini. Kesetiaan!”
“cepat kau pakai lagi mahkotamu!”

:to my friends:

Serba-serbiNovember 7, 2005 11:36 am

BAYANGKAN anda adalah seorang penuh bakat dan inspirasi. Bagaimana lika-liku seorang pemuda penghayal, mengharap kejaiban tapi tak disangka khayalan itu adalah nyata? Anda tersentuh untuk mengetahuinya? cobalah menonton film TISSUE yang diperankan oleh aktor (?) A’anx El Gibrany.

Image hosting by PhotobucketFilm drama komedi arahan (sutradara?) Ojie Ismail itu kurang mendapat sambutan buruk di Desa Tegal Kertha karena berlatar belakang sebuah profesi yang disadari oleh orang-orang pada jaman modern sekarang ini, berimej buruk, seorang salesman! Kisahnya menceritakan tentang perjalanan karir R.M. Unggul Sejagat (A’anx El Gibrany) yang merupakan seorang Salesman segala macam produk dan jasa terkenal dari Desa Tegal Kertha.

Secara profesional, Unggul sebenarnya tidak sukses dengan karirnya sebagai salesman di banyak perusahaan nasional dan internasional. Tetapi siapa yang tahu kalau dibalik ketidaksuksesan pekerjaannya itu dia banyak dicintai kaum hawa termasuk ibu-ibu rumah tangga, dan nenek-nenek diatas usia 70 thn.

(more…)

Udah diapus neeh...