el gibrany

RangkaiMarch 23, 2006 12:26 pm

I’m a O70-C13-E31-A22-N84 Big Five!!

Openness to Experience/Intellect

High scorers tend to be original, creative, curious, complex; Low scorers tend to be conventional, down to earth, narrow interests, uncreative.
You are relatively open to new experiences. (Your percentile: 70)

Conscientiousness

High scorers tend to be reliable, well-organized, self-disciplined, careful; Low scorers tend to be disorganized, undependable, negligent.
You probably have a messy desk! (Your percentile: 13)

Extraversion

High scorers tend to be sociable, friendly, fun loving, talkative; Low scorers tend to be introverted, reserved, inhibited, quiet.
You tend to shy away from social situations. (Your percentile: 31)

Agreeableness

High scorers tend to be good natured, sympathetic, forgiving, courteous; Low scorers tend to be critical, rude, harsh, callous.
You find it easy to express irritation with others. (Your percentile: 22)

Neuroticism

High scorers tend to be nervous, high-strung, insecure, worrying; Low scorers tend to be calm, relaxed, secure, hardy.
You are a generally anxious person and tend to worry about things. (Your percentile: 84)

Rangkai, Ekonomi, PolitikMarch 18, 2006 2:14 pm

Ditulis oleh M. Sadli

Jumat, 03 Maret 2006

(Business News, Senin 6 Maret 2006)

Ucapan M. Lufti, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), secara tepat mencerminkan dilema yang dihadapi pemerintah menanggapi protes mahasiswa dan rakyat Papua terhadap operasi perusahaan pertambangan PT Freeport. “Tentunya ini merisaukan”, kata Lufti. “Sebagai instansi yang mengurusi investasi, kami melihat ini sebagai sesuatu yang sangat disayangkan. Bagaimanapun posisi Pemerintah Indonesia jelas, kita akan menghargai seluruh kontrak yang sudah ditekan dan dibuat persetujuan pemerintah beserta perangkatnya”.

Ketetapan menghargai kontrak yang dibuat, menurut Lufti, merupakan keharusan dari bangsa yang berbudi. Kontrak karya dengan PT Freeport Indonesia tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga DPR yang memberikan persetujuan pemberian hak pengelolaan. Kalau ada tindakan yang tidak cocok dengan apa yang ada, itu harus kita periksa bersama.

Sikap BKPM dan kepalanya adalah correct. Ini pertama-tama harus dihargai. Akan tetapi, reaksi sebagian rakyat Papua yang begitu keras dan mendadak sekarang ini, harus juga ditanggapi. Mengapa reaksi demikian baru muncul sekarang dan tidak lima atau sepuluh tahun yang lalu? Kontrak pertama dengan PT Freeport untuk 30 tahun ditandatangani sekitar tahun 1967, sebagai kontrak PMA pertama pemerintah Suharto. Sebelum masanya habis maka Freeport minta perpanjangan yang diberikan setelah ada review dan disetujui beberapa perbaikan dalam pasal-pasalnya yang lebih menguntungkan Pemerintah RI, walaupun (anehnya) yang akhir ini disangkal oleh Ginanjar Kartasasmita, yang pada waktu review itu menjadi menteri ESDM (lihat berita di harian Koran Tempo, 3 Maret 2006, hal. A7).

(more…)

Rangkai, Sosial-Budaya 1:43 pm

Muhammad Atqa – detikcom

Jakarta – Arus penolakan RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP) belum juga berhenti. Kali dilakukan para perancang dan pengusaha mode di Indonesia. Mereka menolak keras RUU itu disahkan jadi UU. Penolakan antara lain dilakukan oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia, Asosiasi Pemasok Garmen Asesori Indonesia, dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia. Penolakan mereka disampaikan dalam diskusi yang digelar di Wisma Nusantara, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (2/3/2006).

Mereka menilai RUU APP berpotensi menghancurkan sebagian perekonomian nasional, terutama sektor industri kecil dan menengah yang mengedepankan kreativitas, seperti busana, asesori, tekstil, iklan, film dan media cetak maupun elektronik. Asosiasi ini menegaskan, RUU APP lebih baik dihilangkan dan pemerintah berkonsentrasi dalam upaya memulihkan perekonomian nasional. Asosiasi ini juga telah mengaku mendapat dukungan dari mantan Presiden Gus Dur untuk melakukan perlawanan.

(more…)

Udah diapus neeh...