el gibrany

Rangkai, Serba-serbiNovember 10, 2006 12:56 pm

2:11 pm

next nx 511. sea computer “england”. asbak. logitech. kursi biru. sedotan.

Kemarin, asbak yang punya mangsa tertidur pulas di kursi kesayangannya. Rambutnya baru aja diwarnai pirang, katanya biar mirip bule. Padahal kata Iwan, temen sekolahnya, rambutnya gak matching banged ama kulitnya yang gelap. Si Asbak santai aja jawabnya, “ga pa-pa, toh kulitmu juga gak putih, malah rambutmu lebih parah, ijo gak karu2an” Iwan cuma tersenyum.
“Sekarang musim apa ya?” Tanya Iwan
“Musim semir rambut” Jawab Asbak

Jalan2 di siang hari sambil liat cewek2 di mall kayaknya asik nih. Ngebayangin godain cewek yang semlohay, trus dianya mau diajak kenalan, trus tukeran nomer hape, trus…cut Akhirnya Asbak dan Iwan pergi juga ke mall naik sepeda motornya Asbak yang meskipun jarang dicuci tapi dekilnya minta ampun.
Di jalan, mereka berdua nemuin sesuatu yang menarik, menyentuh, dan memelas (hehehe…v) Yang pertama, di jalan Pulau Roon, deket jembatan, banyak warga yang pada ribut di jalanan. “apa yang terjadi nih?” (…) Seketika juga mereka turun mencari informasi. Iwan sibuk menyiapkan kamera (sapa tau ada cewek cakep yang mau dipoto), Asbak masih bingung mau kemana. Cek dan ricek ternyata cuma gerombolan anak2 SD yang lagi ngejer layangan putus, yang jadi masalah salah satu anak kecebur kali. Yang jadi bahan tertawaan anak yang lain nyangkut di pager rumah orang, trus ga bisa turun, pas mau turun celananya nyangkut di pager rumah orang yang punya anjing galak.

Menguras pasir? Debu-debu yang terbang di jalanan, asap tebal yang mengurung perjalanan, dan hingar bingar tarian dayang-dayang istana. Hilang tertelan hiruk pikuknya sesajian keraton, saling berpelukan..hitamnya, putihnya..trus?

bersambung

Rangkai, Serba-serbiNovember 9, 2006 5:35 am

Image hosting by Photobucket

Desakralisasi Tubuh

Apa yang selama ini menjadi impian banyak orang adalah bagaimana ia menjadi pusat perhatian. Bagaimana caranya? Sederhana, mungkin salah satu cara dari sekian banyak cara, yang pertama dilakukan adalah lewat cara berpakaian.
Ada dua jalan untuk mendapatkan itu. Yang pertama ; berusaha tampil semodis mungkin, dan yang kedua; secara tidak sengaja, karena hal-hal tertentu, menjadi sangat biasa, kelewat apa adanya.
Tampil sekeren mungkin, semodis mungkin, fashionable, sesempurna mungkin, atas nama trend, gaul, dan sebagainya. Bisa jadi ini adalah sesuatu yang dibuat-buat, dipaksa-paksakan, dan diada-adakan, sampai senorak mungkin (sirik banget ya?). Yang penting berani tampil.

Tampil apa adanya. Sangat sederhana, karena tuntutan hati atau yang lain, sampai jauh dari kata-kata modis dkk. Hal yang realistik, dramatisasi yang minim namun tetap ekstrim. Hahaha…tetep jadi pusat perhatian kan?

pilih yang mana?

Udah diapus neeh...