Daripada gak kesampaian nulis di BOLA, akhirnya disini aja diposting yahh….
Menaturalisasi tujuh pemain asal Brazil? Wow, langkah yang berani sekaligus ugal-ugalan.
Kesebelasan Indonesia memang miskin prestasi. Tak peduli sudah seberapa banyak uang yang mengalir. Mulai dari klub-klub yang jor-joran membeli pemain asing berharga tinggi, sampai program-program pengiriman pemain berbakat ke luar negeri. Toh penampilan timnas masih jalan di tempat (kalau tidak ingin dibilang mundur)
Bicara prestasi rasanya kita masih harus terus bersabar. Entah samapi kapan. Prestasi menjadi barang yang mahal. Konon harganya sampai putaran liga Indonesia tidak berganti format selama tujuh turunan berturut-turut, dan tidak mesti memakai nama “super”
Melihat harga yang mahal itu, segeralah para (calon) “pahlawan” merasa “terpanggil” untuk segera merebut label hero yang berjasa besar atas prestasi yahud timnas. Maka tujuh serdadu asing dari negeri sono pun didatangkan.
Naif, dalam organisasi yang katanya paling mewakili olahraga paling memasyarakat ini, masih ada segelintir dan bergelintir orang-orang yang harusnya sudah digelontor, menstimulasi lewat keputusan gegabah tersebut.
Menurut penulis sah-sah saja asalkan lewat proses tender. Jangan asal comot aja. Tendernya bisa ditawarkan kepada negara-negara peringkat sepuluh besar FIFA. Pasti banyak peminatnya dan dijamin akan semakin seru. Kalo masih kurang sreg bisa dilakukan seperti di Tv-tv. Masyarakat memilih pemainnya lewat sms. Ah, apa bisa seenaknya seperti itu? Ah, namanya juga dagelan
SALAM OLAHRAGA! jeijeijeijeiejie



