el gibrany




SEKEDAR CERITA
a women like you

Sekitar Kita, Serba-serbiMay 12, 2007 12:38 pm

Sekitar Kita, ProsaMay 5, 2007 4:11 pm

Hey malam apa kabar?
Sepinya malam ini menuntun khayalan hati pada dia yang tak lagi milikku…
Sayap-sayap mungil ini enggan terbang. Tapi satu sisi hati telah pergi. Hilang tertiup pengkhianatan yang luar biasa tak terduga. Dari cinta yang selama ini kugenggam.

Cinta kadang seperti pasir. Menggenggam cinta bagai menggenggam pasir. Terlalu erat menggenggam akan berserakan, tidak digenggam erat hilang kebawa angin.

Kali ini aku berpikir “mungkin aku terlalu erat menggenggam cinta.” Seolah dia yang terakhir. Karena berharap dia yang terakhir. Terlalu sayang kepadanya. Rasa takut kehilangan mengacaukan segalanya.

07.04.07/01:04 wita/my room

Sekitar Kita, Prosa 4:01 pm

Adalah petir yang menukik tajam
Membelah awan gemawan yang terang
Sang kilat terus menyambar diatas air
Yang sebelumnya bisu tanpa sedentingpun suara
Dan terbelahnya cinta-cinta…

Sang angin hanya termangu
Duduk terdiam diatas bebatuan disana
Di puncak bukit sana
Menyaksikan cinta-cinta yangh berserakan,
Yang mengapung di danau
Yang hampa, yang runtuh…

Hai biduk kecil, segeralah berlayar
Turuni bukit dari sungai ini
Berangkat menuju pantai, pergilah ke laut…
Apa yang tersisa, bawalah…
Apa yang terkenang, kenanglah…

Kayuh lagi, kembangkan lagi layar ini
Temui cinta lagi
Dengan kepingan-kepingan hati
Kau jamah, kau rengkuh lagi
Cinta yang lain

[dewa patahatie][070207]

Sekitar Kita, ProsaMay 4, 2007 3:32 pm

(Adalah Senyuman di Teriknya Luka Hati)

Ketika aku jatuh, saat itu juga kamu ada disampingku
Ketika aku menangis, yang kupeluk cuma kamu

Seperti embun yang tersemai di kedalaman hati
Siapa lagi yang bisa membahagiakan hati?

Wajar bila sepertinya aku jadi ingin selalu dekatmu
Sampai sempat kukatakan “kamu disini aja, biar aku ada temennya”
Dan kupikir aku terlalu berlebihan
(tapi memang itu yang kuharapkan)

Sms-sms yang menakjubkan. Aku gak sempat berpikir untuk menolaknya. Yang aku tahu Cuma menjalaninya. Semua kata-katanya, ya semuanya
apa kamu begitu istimewa bagiku?
Kamu terlalu baik hunny bunnyku…
Aku gak mungkin bisa membalasnya,membalas segalanya, semuanya…

Kata-kata yang luar biasa. Bahkan aku bukan siapa-siapa. Lalu siapa aku? Tapi dia begitu istimewa.
Ingin kukecup keningmu karena telah temani air mataku
Maafkan aku, kamu udah terlalu baik
Sudah, mungkin Cuma terima kasih lugu ini yang juga tak terucapkan…
Hmm…apa kamu bosan dengan cengengku? Bosan dengan keluh kesahku?

Kamu mual ya? Pengen muntah?

Denpasar,Satu.April Duaributujuh
[Bugz]


Solidaritas Kebersamaan