(Adalah Senyuman di Teriknya Luka Hati)
Ketika aku jatuh, saat itu juga kamu ada disampingku
Ketika aku menangis, yang kupeluk cuma kamu
Seperti embun yang tersemai di kedalaman hati
Siapa lagi yang bisa membahagiakan hati?
Wajar bila sepertinya aku jadi ingin selalu dekatmu
Sampai sempat kukatakan “kamu disini aja, biar aku ada temennya”
Dan kupikir aku terlalu berlebihan
(tapi memang itu yang kuharapkan)
Sms-sms yang menakjubkan. Aku gak sempat berpikir untuk menolaknya. Yang aku tahu Cuma menjalaninya. Semua kata-katanya, ya semuanya
apa kamu begitu istimewa bagiku?
Kamu terlalu baik hunny bunnyku…
Aku gak mungkin bisa membalasnya,membalas segalanya, semuanya…
Kata-kata yang luar biasa. Bahkan aku bukan siapa-siapa. Lalu siapa aku? Tapi dia begitu istimewa.
Ingin kukecup keningmu karena telah temani air mataku
Maafkan aku, kamu udah terlalu baik
Sudah, mungkin Cuma terima kasih lugu ini yang juga tak terucapkan…
Hmm…apa kamu bosan dengan cengengku? Bosan dengan keluh kesahku?
Kamu mual ya? Pengen muntah?
Denpasar,Satu.April Duaributujuh
[Bugz]












aku msh di sini, bersisian dg hatimu…tp jasad ini terpisah ruang waktu…seperti katamu >> aku mencoba membuka diri untuk satu hati, tapi tetap air mata yang kutemui..ato mkn ak mmg hrs sendiri?
Comment by hun — June 25, 2007 @ 3:19 pm