el gibrany

Serba-serbi, Sosial-BudayaJanuary 26, 2008 4:25 pm


Empal Gentong adalah makanan khas masyarakat kota Cirebon, Jawa Barat. Makanan ini mirip dengan gulai (gule) dan dimasak menggunakan kayu bakar (pohon mangga) di dalam gentong (priuk tanah liat). Daging yang digunakan adalah usus, babat dan daging sapi.Keberadaan Empal Gentong sebagai makanan khas dari Cirebon, tidak dapat dilepaskan dari keberadaan Warung Empal Gentong Man Darma. Sudah banyak pejabat dan selebritis ibu kota yang merasakan nikmatnya empal gentong Mang Darma ini. Letaknya di samping kiri Bank Tabungan Negara (BTN) Cirebon, di Jalan Slamet Riyadi (Krucuk) Cirebon. Namun warung Empal Gentong yang paling banyak saat ini terletak di Jalan Raya Plered, yang merupakan jalan utama penghubung Kota Cirebon dengan Kota Bandung dan Jakarta. Disinilah merupakan sentra penjualan Empal Gentong. Empal Gentong sebagai makanan khas daerah Kabupaten Cirebon, layak berbangga karena dijadikan salah satu cita rasa khusus produk mie nasional (Indomie Rasa Empal Gentong). Bahkan pada saat open house keluarga Presiden SBY pada saat Idul Fitri 1428H Empal Gentong menjadi salah satu menu favorit yang turut dihidangkan.

(Gambar pinjem dari : http://www.flickr.com/photos/tonosaur
Sumber teks: wikimedia)

Serba-serbiJanuary 24, 2008 6:17 am

Menuurt sbeauh penilitean di Cmabrigde Uinervtisy, tdaik mejnadi maslaah bgaimanaa urtaun huurf-huurf di dlaam sebauh ktaa, ynag palngi pnteing adlaah leatk hruuf partema dan terkhair itu bnaer. Ssianya dpaat brantaaken smaa skelai dan kmau maish dpaat mebmacanya tnpaa msaalah. Hal ini kerana oatk masunia tdaik mambeca seitap huurf msaing-msaing, tatepi kaat kesuleruhan . Manejkubakn naggk?

Rangkai, Sosial-BudayaJanuary 20, 2008 6:36 am

Taman Sari Sunyaragi
Cermin Kecanggihan Arsitektur Kuno
(http://www.sinarharapan.co.id/)

CIREBON — Taman Sari Sunyaragi adalah sebuah taman air nan indah dengan teknologi pengaliran air yang sangat canggih. Taman ini dibangun pada tahun 1703 oleh Pangeran Kararangen yang bernama lain Pangeran Arya Carbon.
Taman Sunyaragi berasal dari kata ”sunya” yang berarti sepi dan ”ragi” yang berarti raga atau jasad. Taman ini berada di dalam kekuasaan Keraton Kasepuhan.
Walaupun berubah-ubah fungsinya menurut kehendak penguasa pada zamannya, secara garsi besar Taman Sunyaragi adalah taman tempat para pembesar keraton dan prajurit keraton bertapa untuk meningkatkan ilmu kanuragan.
Taman Sunyaragi terdiri dari 12 bagian: (1)bangsal jinem, tempat sultan memberi wejangan sekaligus melihat prajurit berlatih; (2) goa pengawal, tempat berkumpul par apengawal sultan; (3) kompleks Mande Kemasan (sebagain hancur); (4) goa Pandekemasang, tempat membuat senjata tajam; (5) goa Simanyang, tempat pos penjagaan; (6) goa Langse, tempat bersantai; (7) goa peteng, tempat nyepi untuk kekebalan tubuh; (8) goa Arga Jumud, tempat orang penting keraton; (9) goa Padang Ati, tempat bersemedi; (10) goa Kelanggengan, tempat bersemedi agar langgeng jabatan; (11)goa Lawa, tempat khusus kelelawar; (12) goa pawon, dapur penyimpanan makanan.
Tahun 1852, taman ini sempat diperbaiki karena pada tahun 1787 sempat dirusak Belanda.
Saat itu, taman ini menjadi benteng pertahanan. Tan Sam Cay, seorang arsitek Cina, konon diminta Sultan Adiwijaya untuk memperbaikinya.
Namun, arsitek Cina itu ditangkap dan dibunuh karena dianggap telah membocorkan rahasia goa kepada Belanda. Karena itu, di kompleks Taman Sunyaragi juga terdapat patok bertulis ”Kuburan Cina”. (*)

Udah diapus neeh...