Taman Sari Sunyaragi
Cermin Kecanggihan Arsitektur Kuno
(http://www.sinarharapan.co.id/)

CIREBON — Taman Sari Sunyaragi adalah sebuah taman air nan indah dengan teknologi pengaliran air yang sangat canggih. Taman ini dibangun pada tahun 1703 oleh Pangeran Kararangen yang bernama lain Pangeran Arya Carbon.
Taman Sunyaragi berasal dari kata ”sunya” yang berarti sepi dan ”ragi” yang berarti raga atau jasad. Taman ini berada di dalam kekuasaan Keraton Kasepuhan.
Walaupun berubah-ubah fungsinya menurut kehendak penguasa pada zamannya, secara garsi besar Taman Sunyaragi adalah taman tempat para pembesar keraton dan prajurit keraton bertapa untuk meningkatkan ilmu kanuragan.
Taman Sunyaragi terdiri dari 12 bagian: (1)bangsal jinem, tempat sultan memberi wejangan sekaligus melihat prajurit berlatih; (2) goa pengawal, tempat berkumpul par apengawal sultan; (3) kompleks Mande Kemasan (sebagain hancur); (4) goa Pandekemasang, tempat membuat senjata tajam; (5) goa Simanyang, tempat pos penjagaan; (6) goa Langse, tempat bersantai; (7) goa peteng, tempat nyepi untuk kekebalan tubuh; (8) goa Arga Jumud, tempat orang penting keraton; (9) goa Padang Ati, tempat bersemedi; (10) goa Kelanggengan, tempat bersemedi agar langgeng jabatan; (11)goa Lawa, tempat khusus kelelawar; (12) goa pawon, dapur penyimpanan makanan.
Tahun 1852, taman ini sempat diperbaiki karena pada tahun 1787 sempat dirusak Belanda.
Saat itu, taman ini menjadi benteng pertahanan. Tan Sam Cay, seorang arsitek Cina, konon diminta Sultan Adiwijaya untuk memperbaikinya.
Namun, arsitek Cina itu ditangkap dan dibunuh karena dianggap telah membocorkan rahasia goa kepada Belanda. Karena itu, di kompleks Taman Sunyaragi juga terdapat patok bertulis ”Kuburan Cina”. (*)