Entah apa yang ada di pikiran wanita renta itu. Wajahnya kusut, pipinya keriput, matanya lebih mirip burung hantu. Berdiri di depan pintu sebentar, kepalanya mengangguk-angguk sambil berjalan, lalu bertanya, "Gunting item dimana? kemaren ada di meja sini tapi trus sekarang ga ada!"
Aku jawab, dengan asal, "Saya taruh disini, kemaren" sambil nunjuk sebuah kotak tempat mata ayam.
"Ga ada. Disitu ga ada!" Sambil matanya mendelik.
"Kemaren saya taruh disini."
"Ga ada. Kemaren kamu saya liat ngambil gunting di meja sini! Disitu ga ada."
"Mana saya tau."
"Kemaren saya liat kamu yang ngambil gunting disini. Pembantu saya baik, ga mungkin ngambil gunting."
"Buat apa saya ngambil gunting, bu."
"Tempo hari juga gitu. Penggaris hilang. Tapi setelah saya tanya, besoknya penggarisnya muncul."
"Buat apa saya ngambil penggaris, bu?"
"Yang ada disini cuma kamu orang. Kalo bukan kamu orang siapa lagi?"
"Yah, waktu itu juga cutter beli 2, sekarang tinggal 1, ga tau sapa yang usil."
"Ya terserah, pokoknya guntingnya dicari, harus ketemu, nanti anak saya marah lagi sama saya."
"Saya bawa kaleng buat cleaner juga ilang."
"O kalo itu emang kebuang."
"Pokoknya kamu. Mungkin kamu yang pinjem, saya ga tau."
"Buat apa saya gunting sama penggaris.."



