el gibrany




SEKEDAR CERITA
a women like you

Ekonomi, PolitikMay 16, 2008 12:23 pm

Mantan Ketua MPR Amien Rais secara tegas menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan rencana penjualan 44 BUMN

Hidayatullah.com—Mantan Ketua MPR RI, Dr. Amien Rais secara tegas menyatakan penolakannya terhadap rencana kenaikan BBM dan rencana penjualan 44 BUMN. Menurutnya, Indonesia sudah mulai mengarah menuju ‘broken government’.

”Negeri ini sudah mulai mengarah ke broken government. Cuma ada dua mazhab, dibubarkan sebelum 2009 atau dibubarkan sesuai konstitusi,” kata Amien dalam sambutan peluncuran buku Haryanto Taslam 40 Hari di Genggaman Kekuasaan di Jakarta, Rabu (14/5) kemarin.

Amien menyayangkan pernyataan Jusuf Kalla yang menyatakan orang-orang yang berdemonstrasi menolak pencabutan subsidi BBM membantu orang kaya.

”Saya tidak bisa terima apa yang dikatakan Jusuf Kalla dan Susilo (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-red). Itu lucu dan ajaib,” imbuh Amien.

Selain itu, rencana penjualan 44 BUMN juga membuat tokoh reformasi ini geram. ”Saudara sekalian, 44 BUMN sekarang ini yang memberi keuntungan malah akan dijual. Muaranya akan diambil oleh asing. Itu tidak bisa saya terima,” kata dia.

”Untuk menyetop ini, tentunya tidak bisa sendiri-sendiri. Bagaimana kalau kita buat Aliansi Kebangkitan Selamatkan Indonesia. Itu bisa lintas partai, lintas agama, lintas suku dan sebagainya. Setidaknya bisa menghentikan proses menjadi bangsa kuli,” imbuhnya.

Amien Rais mengajak semua pihak yang masih peduli untuk bersama-sama menghentikan proses menjadi bangsa kuli yang sekarang dinilainya tengah dialami Bangsa Indonesia.

”Dengan bersatunya berbagai lapisan dan unsur masyarakat, mungkin bisa menjadi gelombang untuk menghentikan proses bangsa Indonesia menjadi bangsa kuli,” kata dia.

[cha, spo/www.hidayatullah.com]

Sekitar Kita, Serba-serbiMay 3, 2008 1:30 pm

JAKARTA - Dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Inu Kencana berencana akan mengadukan pihak IPDN ke Polda Jawa Barat, karena telah menyebut dirinya orang gila. "Saya menuntut ganti rugi Rp10.000. Saya dikatai IPDN sebagai orang gila. Kalau saya gila kenapa mereka laporkan saya ke IPDN, berarti mereka gila dong," kata Inu di sela peluncuran buku "Inu For Presiden" di Land Mark, Jalan Braga, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (3/5/2008). Inu mengatakan, mengaku rencana ini dilakukan setelah berkonsultasi dengan kuasa hukumnya. "Selama IPDN melaporkan saya ke Polda Jabar, sampai detik ini saya tidak pernah diperiksa," jelas Inu. Dosen berkacamata ini mengaku melaporkan Johanis Kaloh ke KPK, karena memiliki bukti berupa data-data kasus korupsi yang dilakukan rektor Johanis Kaloh dan perseteruannya dengan Supardan Modeong soal tender. Sebelumnya Inu dilaporkan IPDN terkait aduannya ke KPK terhadap dugaan kolusi Johanis Kaloh, Rektor IPDN. Inu dituding telah mencemarkan nama baik.

Sumber: okezone.com 


Solidaritas Kebersamaan