Hantu kekerasan masih berkeliaran menjajah negeri ini. Dimana saja?
Di lingkungan keluarga, Ada ibu-ibu nekat membunuh anak kandungnya sendiri. Di Pekalongan, Jawa Tengah, dua anak balita, Sabila Putri Khaera (3) dan Fadli Muhamad Nizan (4 bulan), ditemukan tewas di dalam bak kamar mandi dibenamkan oleh ibu kandung mereka, Ny YIY (25). Di Bekasi, Ny Is (35), membunuh kedua anaknya masing-masing Aldi Rasyid (4 bulan) dan Mutiara Yusuf (2 tahun) dengan cara yang mirip seperti di Pekalongan, dibenamkan di bak mandi. Di Malang, Jawa Timur, Ny JM bunuh diri setelah sebelumnya membunuh keempat anak kandungnya sendiri. Munculnya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini didominasi oleh tekanan ekonomi. Di Liga Indonesia, gesekan antar suporter belum reda-reda juga.
Di lapangan sepakbola dan sekitarnya. Di Tangerang pada pertandingan Persikota Tangerang melawan Persik Kediri, 15 April 2004. Wasit cadangan Syahrial saat itu dipukul beberapa ofisial Persikota. Di Lamongan, pada pertandingan Persela Lamongan melawan Persebaya Surabaya, suporter Persela mengamuk sambil memasuki lapangan pertandingan. Kejadian serupa terjadi saat Persebaya menjamu Persela. Kali ini giliran suporter Persebaya mengamuk dan membakar stadion sebagai aksi balasan atas ulah suporter Persela. Di Tangerang dalam lanjutan kompetisi divisi utama Liga Indonesia 2007 di Stadion Benteng, Tangerang, saat Persita Tangerang menjamu PSS Sleman. Suporter Persita melakukan provokasi kepada suporter tim tamu, yakni dengan cara melakukan pelemparan dengan menggunakan batu kearah Slemania (suporter PSS Sleman). …Lainnya cari sendiri
Di Bandung, hantu-hantu kekerasan menjelma menjadi Gank-gank Motor seperti Brigez (Brigade Seven), GRB (Grab On Road), XTC, dan Moonraker.
Di Pati, Jawa Tengah, Gank perempuan yang menamakan diri Gank Nero (Neko-Neko Royok) meramaikan dunia perhantuan kekerasan lewat aksi perploncoan yang disertai kekerasan seperti yang dilakukan dalam video yng telah beredar (mungkin di toko-toko terdekat), yang pada akhirnya siswa dan guru SMK 1 Juwana merasa nama sekolah mereka tercoreng karena beberapa anggota Gank Nero adalah siswi sekolah tersebut. Naifnya anggota Gank Nero ini tidak mengetahui alasan mereka ikut gank tersebut. Mereka hanya mengaku senang bergabung dengan gank nero karena sering merasa di lecehkan oleh siswa yang lainnya.
Di Jakarta Selatan, polisi melakukan tindakan brutal dengan menyerang kampus Unas. Kekerasan aparat dalam menangani aksi demonstrasi mahasiswa yang memprotes kenaikan BBM patut disayangkan. Polisi melakukan penangkapan terhadap mahasiswa. –Korban Unas- Di Makassar, mahasiswa Universitas Negeri Makassar Tawuran di kampus mereka di Jalan Andi Pangerang Pettarani. Pemicu tawuran sial pro dan kontra di kalangan mereka menyangkut rencana kenaikan biaya kuliah.
Di Sumedang, Sekolah Tinggi Pendidikan Dalam Negeri (STPDN), Cliff Muntu yang menjadi korban kekerasan yang dilakukan seniornya.
Di Jakarta Utara, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Agung Bastian Gultom meninggal setelah dipukuli para seniornya.
Di Silang Silang Monas, Jakarta, hantu-hantu kekerasan menandai hari Kesaktian Pancasila tanggal (1 Juni) dengan aksi penyerangan yang dilakukan oleh Laskar Islam bersama Forum Umat Islam terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).
(dari berbagai sumber)