el gibrany




SEKEDAR CERITA
a women like you

Serba-serbiSeptember 26, 2008 6:42 am

Tiga header dengan latar belakang warna dominan hitam, dipakai antara tahun 2006-2008. Ada tiga lagi dari enam kemarin yang sudah diposting.

Header yang tepat dibawah ini adalah header terakhir yang dipakai sebelum header yang dipakai sekarang (dipakai sampai bulan September 2008). 

Kemudian Header di tengah ini, kata salah satu temen blog, mirip header situs perusahaan nuklir. Tapi aneh, perusahaan nuklir kok ada gazebonya?

Yah, setiap orang bebas berpendapat. Haha.. 

 

Lalu header yang paling bawah ini, kata salah satu temen blog yang lain, malah gak mirip header. "Lebih Mirip billboard distro," Katanya.

Thx. Ampe ketemu di header-header yang lain.

 

Lihat juga:

Header (1)
Header (2)

Serba-serbiSeptember 24, 2008 7:03 am

Masih ada yang tertinggal diantara tumpukan kertas-kertas lusuh di bawah meja.  Beberapa disket dan  CD tanpa judul nyangkut diantaranya. "SO" dadakan dilakukan dini hari menjelang sahur. Beberapa CD masih bisa terbaca, beberapa disket sudah jamuran dan layak masuk tong sampah. Dari beberapa CD ditemukan tiga header dibawah ini. Tapi seingat saya, dari tiga header dibawah ini, hanya header putih yang pernah dipakai. Dua lainnya cuma penggembira space di CD.

Header warna unggu, kalau tidak salah dibuat tahun 2005. Themanya masih sama: antara retinal, language, conceptual, dan representational. Tapi masih dalam bentuk kalimat-kalimat panjang.

Header biancoceleste masih kelanjutan dari header tentang gazebo-gazebo yang gagal. Tentang sebuah perjuangan, perjalanan, dan romantika marketing. *Hfiuh..
Ketika penyakit ego lagi-lagi bangkit, ketika penyakit arogan kembali terusik, ada dua tiga manusia yang layak mendapat imbalan yang serupa. Tantangan untuk beradu argumen tentang hebatnya teori marketing di kampus melawan kenyataan lulusan yang kalah bersaing dengan jurusan atau fakultas lain, ternyata percuma. Kekalahan telaknya adalah, cateris paribus. Seorang marketing sukses tidak ditentukan dari IP yang tinggi di kampus. Naifnya itu benar. Masih ada invisible hand. Hoki. Dan sederet faktor yang di relatifkan tetap. Nyatanya pertarungan antara teori dan praktis, nyaris selalu salah ditempatkan di dunia kerja. Apalagi dengan atasan. *Bahlul..

Lalu? Haha.. Jika pertanyaannya "lalu?", jawabannya, "lalu." juga. Apa yang lucu? Setidaknya dua, tiga orang itu sangat meremehkan marketing, sangat merendahkan marketing. Kenapa? Menganggap marketing bisa dipelajari sambil nyetir mobil. Yang ini saya bisa setuju bisa tidak. Yang kedua, bahwa marketing hanya masalah jual menjual. Yang ini saya sangat tidak setuju. Yang ketiga, bahwa marketing adalah berapa penjualan yang dicapai dalam waktu tertentu.

Bila marketing berujung pada penjualan, saya setuju. Tapi bila marketing adalah urusan jual menjual , berapa target per bulan, saya tidak setuju. Apalagi yang mereka katakan masih rancu, antara sales dengan marketing.

(elgibrany. 09/2008) 

Serba-serbiSeptember 21, 2008 5:20 am

Baca disini

Baca disini juga 

Yang ini juga 

Yang ini gimana? 

Ini? 

 

Serba-serbiSeptember 16, 2008 2:02 pm

Dibawah ini adalah beberapa header yang pernah dipakai elgibrany pada  sebelum dan sesudah migrasi dari blogspot ke blogsome antara tahun 2003-2008.
Tema-tema sederhana yang terinspirasi dari hobi yang masih "ditekuni" , setidaknya sampai saat tulisan ini diposting.
Gambar secangkir kopi mewakili aktivitas yang pada saat itu, lebih sering ngopi di kantin kampus daripada hadir di ruang kuliah. Maklum saja, kuliah sambil kerja tidak semudah yang kita bayangkan sebelumnya. Terlalu banyak benturan-benturan yang juga tidak selalu bisa diprediksi. 

Kemudian, gambar gazebo di samping adalah side job saya sendiri yang sempat mencicipi menjadi tukang jualan gazebo. Walaupun gagal total, tapi kenangan tentang gazebo amatlah penting dalam perjalanan saya di dunia jual menjual. 

Warna-warna yang ditampilkan secara tidak sengaja dan tidak direncanakan paling tidak adalah wakil suasana hati saya pada saat itu. Berada di daerah abu-abu. Tapi bukan berarti miskin semangat. Maunya sich bikin vintage-vintage gitu tapi apa daya..

Dan ini lah yang bisa saya utarakan (juga selatan kan) sedikit, sebagai pengantar anda minum kopi. Hehe..

Bagi yang sedang puasa, saya ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa. Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Bagi yang tidak bisa mudik tahun ini, saya juga ucapkan selamat. …selamat jagain rumah tetangga…hehehe..

Salam.

(elgibrany.16.09.08) 

 

Sekitar Kita, Serba-serbi, EkonomiSeptember 10, 2008 3:28 pm

Perang tarif yang dilakukan operator seluler, benarkah tanpa syarat apapun? Jawabannya tegas, Tidak!

Mendengar kata “Gratis” memang indah sekaligus membahayakan. Tak terkecuali tarif gratis dari operator seluler di Indonesia. Iklan-iklannya, siang malam merecoki otak pengguna hape yang jumlahnya sekitar 160 jutaan di Indonesia dengan sejuta kata-kata “Gratis”. Berikut ini adalah sebagian kecil dari membabi butanya syarat dan ketentuan yang diberlakukan para operator.

Nelpon Cuma Rp 0,1 per detik seharian. Tidak berlaku untuk SV 200 SMS, berlaku mulai 20 Agustus – 26 September 2008, perhitungan 10 SMS dapat 100 SMS rp 0,1/sms berlaku untuk tiap 12 jam (00.00-12.00 dan 12.00-24.00).

Ribuan Kali Nelpon Rp 1.000 per Hari? Cuma ke sesama. Kartu lama harus registrasi lagi ke program baru.

Hanya di pulau Jawa mulai pukul 00.00 – 17.00 dengan melakukan registasi dengan nominal tertentu.

Sedangkan untuk pelanggan luar Jawa ( Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Ambon, Papua dan Bali Nusra) nelpon dulu minimal Rp 1.000 perhari ke sesama Indosat mulai pukul 00.00 – 24.00 dan dapatkan Gratis nelpon ke sesama Indosat selama 3600 detik berikutnya dengan rentan waktu pakai selama 24 Jam (00.00 – 24.00) yang berlaku mulai panggilan berikutnya.

5 sms pertama/hari dengan tarif sms reguler belum dikurangi ppn dan akan dikurangi pulsa utama. Gratis sms maksimal 100 kali per hari, tidak berlaku untuk sms roaming. Untuk kartu perdana harus habis dulu pulsanya.

Ganti tarif kudu bayar Rp 1.000 tiap ganti tarif. Pengguna yang sedang menikmati  tarif “Nelpon semaumu dan SMS semaumu tidak dapat isi ulang. Lagi-lagi cuma ke sesama operator.

Gratis Bicara Sepanjang Waktu Se-Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. Gratis bicara sepuasnya Rp 0,-/menit sepanjang waktu (24 jam), untuk panggilan lokal dan SLJJ dari sesama operator khusus dalam wilayah propinsi Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.

Itu hanya sebagian yang bisa saya copy paste dari beberapa sumber, yang saya sendiri sebenarnya malas membacanya (dan itulah kelemahan konsumen kita). Belum lagi iklan-iklannya (banner,etc) yang di pinggir-pinggir jalan, selalu tercantum dibawahnya sebuah bintang kecil yang "only mice can read".

Sudahkah anda membaca semua syarat-syaratnya? 

(elgibrany. 2008) 


Solidaritas Kebersamaan