Perang Tarif, Perang Syarat dan Ketentuan
Perang tarif yang dilakukan operator seluler, benarkah tanpa syarat apapun? Jawabannya tegas, Tidak!
Mendengar kata “Gratis” memang indah sekaligus membahayakan. Tak terkecuali tarif gratis dari operator seluler di Indonesia. Iklan-iklannya, siang malam merecoki otak pengguna hape yang jumlahnya sekitar 160 jutaan di Indonesia dengan sejuta kata-kata “Gratis”. Berikut ini adalah sebagian kecil dari membabi butanya syarat dan ketentuan yang diberlakukan para operator.
*
Nelpon Cuma Rp 0,1 per detik seharian. Tidak berlaku untuk SV 200 SMS, berlaku mulai 20 Agustus – 26 September 2008, perhitungan 10 SMS dapat 100 SMS rp 0,1/sms berlaku untuk tiap 12 jam (00.00-12.00 dan 12.00-24.00).
Ribuan Kali Nelpon Rp 1.000 per Hari? Cuma ke sesama. Kartu lama harus registrasi lagi ke program baru.
Hanya di pulau Jawa mulai pukul 00.00 – 17.00 dengan melakukan registasi dengan nominal tertentu.
Sedangkan untuk pelanggan luar Jawa ( Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Ambon, Papua dan Bali Nusra) nelpon dulu minimal Rp 1.000 perhari ke sesama Indosat mulai pukul 00.00 – 24.00 dan dapatkan Gratis nelpon ke sesama Indosat selama 3600 detik berikutnya dengan rentan waktu pakai selama 24 Jam (00.00 – 24.00) yang berlaku mulai panggilan berikutnya.
5 sms pertama/hari dengan tarif sms reguler belum dikurangi ppn dan akan dikurangi pulsa utama. Gratis sms maksimal 100 kali per hari, tidak berlaku untuk sms roaming. Untuk kartu perdana harus habis dulu pulsanya.
Ganti tarif kudu bayar Rp 1.000 tiap ganti tarif. Pengguna yang sedang menikmati tarif “Nelpon semaumu dan SMS semaumu tidak dapat isi ulang. Lagi-lagi cuma ke sesama operator.
Gratis Bicara Sepanjang Waktu Se-Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. Gratis bicara sepuasnya Rp 0,-/menit sepanjang waktu (24 jam), untuk panggilan lokal dan SLJJ dari sesama operator khusus dalam wilayah propinsi Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.
*
Itu hanya sebagian yang bisa saya copy paste dari beberapa sumber, yang saya sendiri sebenarnya malas membacanya (dan itulah kelemahan konsumen kita). Belum lagi iklan-iklannya (banner,etc) yang di pinggir-pinggir jalan, selalu tercantum dibawahnya sebuah bintang kecil yang "only mice can read".
Sudahkah anda membaca semua syarat-syaratnya?
(elgibrany. 2008)











