el gibrany




SEKEDAR CERITA
a women like you

Sekitar Kita, Politik, SejarahNovember 25, 2008 6:40 am

JAKARTA, SENIN-Adam Malik, wakil presiden kedua RI disebut-sebut sebagai agen CIA (Central Intelligence Agency/dinas rahasia AS). Pahlawan nasional ini bahkan disebut sebagai pejabat tertinggi yang pernah direkrut CIA di Indonesia.

Adam Malik yang dijuluki Si Kancil ini mendampingi Presiden Soeharto pada periode 1978-1983. Salah satu pendiri LKBN Antara ini pernah menjadi diplomat kunci dalam kebijakan luar negeri RI awal Orde Baru dan dubes untuk Uni Soviet. Ia meninggal pada September 1984 atau setahun setelah tidak menjabat wakil presiden.

Keterlibatan Adam Malik sebagai agen CIA itu disebutkan wartawan New York Times, Tim Weiner, dalam bukunya Legacy of Ashes, History of the CIA (diterjemahkan menjadi Membongkar Kegagalan CIA).

Dalam buku itu, Weiner mengutip pernyataan pejabat tinggi CIA Clyde McAvoy dalam wawancara pada 2005 yang menjadi bahan buku itu. Disebutkan, McAvoy bertemu Adam Malik pada 1964, atau setahun sebelum prahara politik September 1965. ”Saya merekrut dan mengontrol Adam Malik,” kata McAvoy dalam wawancara waktu itu.

McAvoy mengatakan, setelah berhasil merekrut Adam Malik, ia mendapat persetujuan untuk meningkatkan program rahasia buat mendorong persetujuan operasi rahasia di Indonesia, terutam terkait dengan persaingan di spektrum politik kanan dan kiri.

Weiner, menyebut setelah Adam Malik direkrut Clyde McAvoy menjadi agen CIA, ia berperan menggulingkan Soekarno, dan menumpas PKI. CIA pun membentuk trio yang kelak berkuasa pascatumbangnya Soekarno, yakni Adam Malik, Sultan Hamenglubuwono IX, dan Soeharto.

"Sang Duta Besar mengatakan dia bertemu dengan Adam Malik "di sebuah lokasi rahasia" dan mendapatkan "gambaran sangat jelas tentang apa yang dipikirkan Soeharto dan Adam Malik, serta apa yang mereka usulkan untuk dilakukan" buat membebaskan Indonesia dari komunisme melalui gerakan politik baru yang mereka pimpin, yang disebut Kap_gestapu," tulis Tim Weiner (halaman 331).

Pada pertengahan Oktober 1965, Adam Malik mengirimkan seorang pembantunya ke kediaman perwira politik senior Kedubes AS, Bob Martens, yang pernah bertugas di Moskow, kota tempat Adam Malik pernah bertugas sebagai duta besar.

Martens menyerahkan kepada utusan Adam Malik itu sebuah daftar yang tidak bersifat rahasia, yang berisi nama 67 pemimpin PKI, sebuah daftar yang telah dia rangkum dari kliping-kliping surat kabar. "Dokumen itu sama sekali bukanlah daftar orang yang akan dibunuh," ujar Martens.

Klaim bahwa Adam Malik merupakan agen CIA sangat diragukan sejarawan Asvi Marwan Adam. Asvi beranggapan, selain bahwa klaim itu tidak didukung dokumen yang kuat dan saksi, Adam Malik juga telah meninggal. "Jadi ini hanya pernyataan sepihak pada seseorang yang sudah tidak mungkin memberikan konfirmasi atau jawaban," ujar Asvi, Minggu (23/11).

Asvi menduga, klaim McAvoy untuk itu demi mendongkrak popularitasnya saja. "Akan terdengar luar biasa kan kalau seorang petinggi negara lain pernah dia jadikan agen. Mungkin dia hanya cari nama saja,” kata Asvi.

Asvi juga menyorot bagian dalam buku itu yang menyebut bahwa CIA menggelontor dana sebesar 10.000 dolar AS pada rezim yang dikendalikannya untuk menumpas PKI. "Amerika Serikat berkepentingan dengan pemberantasan komunis, mereka bukan hanya menyumbang uang tapi juga senjata," ujarnya.

Atas terbitnya buku itu, kata Asvi, keluarga Adam Malik dan pemerintah harus bersikap, antara lain dengan mengeluarkan bantahan. Alasan Asvi, Adam Malik adalah tokoh yang harus dijaga nama baiknya. Apalagi saat ini akan dibangun bandara udara di Sumatera Utara bernama Adam Malik. Penarikan buku dari peredaran, kata Asvi juga bisa jadi alternatif untuk menghentikan tuduhan pada Adam Malik ini.

"Mungkin pemerintah melalui departemen sosial dan menteri sekretaris negara harus membantah, kalau perlu menanyakan kepada penulisnya apa bukti, dokumen atau saksi atas pernyataan yang dibuatnya," ujar Asvi.

Sepakat dengan Asvi, pengamat intelijen Wawan Purwanto mengatakan rekrutmen agen CIA tidak mudah dan dilakukan dengan sangat rahasia. Dokumen rekrutmen itu pasti ada.

"Paling tidak ada surat tugas atau surat keputusan yang jelas tentang kebaradaan agen tersebut," ujarnya.

Namun Wawan tidak sepakat dengan gagasan penarikan buku. "Kalau dilakukan akan memperlaris buku, sebab orang jadi bertanya-tanya apa isi buku itu," ujarnya. Menurutnya, yang bisa dilakukan keluarga dan pemerintah adalah klarifikasi. Misalnya dengan menerbitkan buku putih atau paling tidak konferensi pers untuk membantah tuduhan ini.

Gagasan penarikan buku juga dipandang sebelah mata oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) yang lebih suka menyerahkan masalah itu kepada keluarga Adam Malik. "Itu masalah pribadi. Belum bisa dikategorikan sebagai menggangu ideologi, politik, sosial, budaya dan pertahanan-keamanan," tegas Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung M Jasman Panjaitan.

Lagi pula, menurut Jasman, buku Membongkar Kegagalan CIA tidak termasuk dalam barang cetakan yang mengganggu ketertiban umum yang selama ini dijadikan patokan Kejagung untuk membredel buku. Kendati demikian, apabila pihak keluarga Adam Malik merasa keberatan, mereka bisa mengadukan ke Kejagung. (jbp/yls/ti)

Sumber : http://www.kompas.com/

Image : http://www.tokohindonesia.com/ 

ProsaNovember 10, 2008 3:13 pm

Hela nafasku adalah ketenangan. Ketenangan yang terukur menyatu oleh kesabaran seorang pemburu. Aliran darahku adalah ambisi. Ambisi yang menderu setajam belati. Menusuk dan merobek badai, hempaskan berjuta-juta karang keangkuhan.

Setiap kata-kataku adalah misteri. Berjubah sutra keemasan, dengan emosi yang datar. Ambivalen. Menebarkan tanda tanya luar biasa. Dan jejakku adalah aroma bunga dan wewangian. Hanya makhluk luar biasa yang mampu menyentuhnya.

Dan kau jangan sesekali mengacau. Jangan sesekali menangis. Jangan sesekali tertawa. Dan jangan hanya diam. Akulah sang pecinta. Yang menggema di setiap sudut jiwa. Yang bertahta disetiap lorong jiwa.

 

Kabut yang berserak
Kerikil jiwa
Yang tersapu angkuhku
Yang hancur berdebu oleh kata-kataku

Seorang dengan egonya yang gila
Seorang lelaki yang merasa gagah
Seorang yang muak dengan kecengengan
Seorang yang tak henti berkoar
Saat pergulatan semakin menggila

#*
aanx@denpasar12agustus2003

Serba-serbiNovember 8, 2008 5:43 am

Angin kecil menyusup lugu ke dalam remang ruang kosong. Dinding berdebu. Lukisan-lukisan tua. Di Bawah meja. Diantara kain penutup jendela lusuh, dan goresan tangan dewi khayalan.
Jejak-jejak panjang dari jendela tua mediteran. Hilang sekejap, dari debu, dan tertiup angin. Tak bersuara…hanya gelap.
Dan lukisan-lukisan yang tergantung. Tetap tergantung di bawah bayang-bayang kelam.
Ada air mata. Menetes, tapi bukan karena cinta. Pundaknya lelah. Keringat mengalir dari dahinya. Wajahnya sayu. Matanya menatap langit jauh. Berjalan perlahan dan tertatih…Menangis.
Air mata dan keringat jatuh tepat bersamaan. Memberi tanda warna di pijakan tangis.
Cinta…dia tak ingin punya cinta. Dia tak ingin jatuh cinta bila untuk cinta…

Dia tak ingin
*
(Aanx. Denpasar, di suatu pagi, Desember 2002)

Prosa 5:31 am

Bagaimana cintaku bisa tumbuh membelakangi aku? (Dibalik keinginan yang sepertinya mengada-ada)

Yang terlihat…seutas tali terlilit di sebatang kayu. Yang lain mengikat hatiku, menaruh rasa cinta. Hatiku berbunga dan masih tertutup jubah rahasia. Engkau adalah hati yang membuat jiwaku membiarkan sekuntum mawar putih tumbuh diantara jeratan tajam berduri. Segalanya berubah, dan aku terlalu percaya diri mendekatimu. Saat ini aku tak ingin bicara tentangnya,-mantan kekasihmu. Sahabat lamaku. Semua membuat aku tersiksa. Terasa ingin muntahkan kegelisahan pikiran tentangmu. Tentang segalanya, yang tengah terjadi pada hatiku. Menari-nari dengan gaun sutra. Bersenandung resah gelisahku. Untuk sesaat mungkin kau ingin juga. Adalah cinta yang terpendam, atau cinta yang baru saja tercipta. Belum pernah terucap untukmu. Terlalu berkabut dan menghalangi setiap kata-kataku. Sulit ku menyibak. Mungkin hanya cinta sepi lelaki yang sendiri. Apakah aku harus mengatakannya? Kegerahan rindu ini, yang semakin meradang. Geram di lamunan. Namun aku menolaknya. Membuat jiwaku terapung di persimpangan. Berada dalam arus tanya tak berujung. Memaksa mebunuh cinta yang tengah tumbuh disaat tak tepat. Saat berakhirnya pertemanan dengannya menjadi kekasihku. Dan harus berujung pada goresan tinta yang harus terlupa. Mungkinkah? Aku ingin jujur kepadamu. Tapi dengan cepat aku menariknya kembali. Begitu seterusnya hingga malam ini. Entah esok, lusa, atau di hari yang lain. Aku duduk dan membiarkanmu pergi, tapi mengapa kau tinggalkan cinta? Kemudian kau berlalu. Berjalan disisi jalan yang ramai tapi aku adalah sepi. Kulepas semua beban diri. Dari pergulatan panjang tak berujung, menikmati malam yang sejukkan hati. Sejenak melupakanmu, dari wajah manismu dan wajah sendumu…yang menjemukan. Namun hanya sekejap. Sekali lagi, cantik wajahmu ada di sekitarku. Bayangan yang tak pantas untukku. Menggelitik angan mungilku. Bermain diantara harapan dan rasa bersalah. Aku tak kuasa melarang. Perasaan ini semakin menghanyutkan aku pada cinta yang resah. Andai ia tahu, atau kalian tahu. Aku tahu engkau tahu! Dan kita tahu. Tapi mereka, apakah diam mereka berarti tahu? lalu apa yang harus aku lakukan? Dan kau hanya berkata : "Nikmati saja cinta ini, rindu ini, sayang ini, dan semua yang ada. Tenangkan cinta dari kegelisahan yang makin nakal" Dan aku harus jujur megatakannya kepadamu?

***

[Aanx. Denpasar, 03/02/03 – 00:50 wita]

Sekitar Kita, EkonomiNovember 7, 2008 8:33 am

Di sela-sela kesibukannya, Ketua Komite Penyelamat Kekayaan Negara, Marwan Batubara, mengatakan bahwa harga premium sudah harus turun menjadi 5 ribu rupiah per liter.

"Saat ini, harga minyak mentah dunia di pasar internasional sudah turun menjadi 64,5 dolar per barel (untuk jenis light sweet) atau 62,07 dolar per barel (untuk jenis Brent). Angka ini telah jauh merosot dibanding harga tertinggi minyak dunia pada bulan Juli 2008 yang sempat mencapai besaran US$ 147 per barel.

"Anehnya, sampai saat ini pemerintah belum juga memutuskan untuk menurunkan harga jual BBM dalam negeri," ujar Marwan yang juga anggota DPD dari daerah Jakarta.

Keanehan tersebut memang berasalan. Pasalnya, ketika menaikan di bulan Mei lalu, pemerintah mengacu pada kenaikan harga minyak mentah dunia. Dan kenaikan yang diputuskan pemerintah tidak tanggung-tanggung, sebesar 30 persen.

Pemerintah memang memberi beberapa alasan kenapa BBM nggak juga turun. Di antaranya, harga rata-rata ICP (Indonesia Crude Oil Price) sepanjang tahun ini yang masih sebesar 107 dolar per barel. Ini menunjukkan, menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan, Anggito Abimanyu, masih adanya komponen subsidi yang harus diperhitungkan, sehingga pemerintah tak dapat dengan segera menurunkan harga jual BBM.

Ada juga alasan lain, harga jual BBM non subsidi masih lebih tinggi dibanding harga jual BBM subsidi. Pemerintah menyatakan baru akan menurunkan harga BBM jika harga BBM non subsidi telah mendekati harga BBM subsidi. Hal itu agar harga BBM subsidi tidak lebih mahal dibandingkan dengan harga BBM non subsidi.

Seperti itulah kira-kira yang diucapkan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, “Kita nggak mau harga Pertamax lebih murah dari harga BBM subsidi. Harga BBM keekonomian tidak boleh rendah dari Premium” (Harian Neraca, 3 November 2008).

Sebagai catatan, saat ini, harga BBM bersubsidi (Premium) sebesar Rp 6.000 per liter. Sedangkan, harga BBM non subsidi (Pertamax) telah turun menjadi Rp 7.000 per liter.

Pernyataan Purnomo juga senada dengan penyataan Wapres Jusuf Kalla sebelumnya yang mengatakan harga BBM akan diturunkan jika harga minyak dunia stabil pada angka di bawah 80 dolar Amerika per barel. Wapres juga mengatakan bahwa alokasi subsidi BBM dalam APBNP 2008 sebesar Rp 128 triliun telah terpakai seluruhnya.

Namun menurut Marwan, ada beberapa kalkulasi lain yang mesti diperhitungkan pemerintah agar harga BBM bisa cepat turun. Yaitu, penurunan harga BBM punya efek ganda yang besar bagi bergulirnya ekonomi masyarakat.

"Multiplier effect itu terutama pada penurunan tingkat inflasi, penurunan tingkat suku bunga, peningkatan daya beli dan angka konsumsi masyarakat, serta bergeraknya perekonomian di sektor riil," jelas Marwan.

Yang penting dicatat, penurunan harga BBM akan sangat terasa dampaknya bagi kelompok masyarakat kecil, yaitu mereka yang bergerak di bidang ritel, nelayan, usaha kecil dan menengah, serta sektor non formal seperti ojek, pedagang keliling, dan sebagainya.

Melalui penurunan harga BBM, kelompok-kelompok ini diharapkan dapat terdorong untuk bergerak lebih cepat, menciptakan peluang kerja, dan melakukan ekspansi usaha. Hal ini akan sangat membantu upaya antisipatif terhadap gelombang PHK yang mungkin timbul dari resesi ekonomi dunia.

Selain itu, turunnya harga BBM secara otomatis juga akan meringankan biaya hidup yang harus dikeluarkan keluarga menengah ke bawah yang jumlahnya mencapai puluhan juta jiwa.

Kedua, menurut Marwan, fluktuasi harga minyak dunia di tahun 2009 diperkirakan tidak keluar dari kisaran 50 sampai 80 dolar per barel. "Hal itu karena resesi global diperkirakan akan memakan waktu cukup lama. Karena itulah permintaan minyak dunia juga akan berkurang," ujarnya meyakinkan.

Selain itu, masih menurut Marwan, ada kelebihan anggaran akibat turunnya harga minyak dunia.
Seperti dikatakan Ketua Komite Tetap Fiskal dan Moneter KADIN, Bambang Soesatyo, diperhitungkan, akibat turunnya harga minyak dunia saat ini, terjadi penghematan subsidi BBM sekitar Rp 1.600 per liter. Dengan asumsi realisasi volume BBM per bulan sebesar 6 miliar liter, maka telah terjadi potensi kelebihan anggaran sebesar Rp 9,6 triliun.

"Kelebihan anggaran ini tentunya dapat segera dialokasikan pada pos subsidi BBM dalam APBN sehingga harga jual BBM dalam negeri dapat diturunkan.

"Kami menegaskan, dalam rangka mengatasi dampak krisis keuangan global saat ini, terutama untuk menggerakkan sektor riil, mengantisipasi terjadinya gelombang PHK, dan mengurangi tingkat inflasi, penurunan harga BBM harus dilakukan saat ini juga!" tegas Marwan lebih meyakinkan. (mnh)

Sumber : eramuslim.com 


Solidaritas Kebersamaan