el gibrany




SEKEDAR CERITA
a women like you

Serba-serbiMarch 12, 2009 1:14 pm

Laki-laki yang membuatmu menangis
Laki-laki yang selalu membuatmu terisak
Laki-laki yang kau benci
Laki-laki yang menjengkelkan, memuakkan
Laki-laki itu
Laki-laki yang kau rindu saat dia tak di dekatmu
Laki-laki yang ingin kau temui saat dia jauh
Laki-laki yang selalu ingin kau peluk, kau pagut
Laki-laki yang begitu kau cintai
Laki-laki yang kini tak bersamamu
Laki-laki yang kini tak disampingmu
Laki-laki yang begitu berharga
Laki-laki yang begitu berarti
Laki-laki yang pernah memujimu setinggi langit
Laki-laki yang pernah membuatmu merasa cantik sepanjang hari
Laki-laki yang tak sanggup kau temui lagi
Adalah laki-laki  yang benar-benar kau cintai
Dia juga laki-laki  yang begitu mencintaimu
Yang sangat memahami hatimu
Yang paling mengerti
Tapi tak berdaya dan tersingkirkan

_ _!

Saat kau tak izinkan aku untuk terus memilikimu
Saat kau pergi dengan air mata
Saat hati tergores belati
Saat bintang tertutup awan gelap

Saat kau tak ingin lagi aku ada disampingmu
Saat kau tak ingin lagi aku ada disisimu, berjalan beriring
Menikmati tiap sore dengan  riuhnya tawa
Saat detil senyuman yang pernah teruntai
Tiba tiba menghilang di sela cerita
Kenanglah saat yang terindah

Sayang, malam ini rautmu tak berhenti melintas di depanku
Senyum dan tawa itu…yang membuatku semakin luka
Aku merasa genggaman itu takkan pernah berakhir
Walau akhirnya aku salah…

Sayang. Aku rindu hatimu…

(Cirebon, Oktober 2007)

Sekitar Kita, Prosa, Serba-serbi 12:59 pm

Apa yang terlintas
Apa yang tertindas
Apa yang terlukis
Apa yang terkikis

Bagiku

Kau adalah sinar
Yang menerangi
Setiap palung hati
Yang bercahaya
Diantara kemilau di sudut-sudut hati

Warna warni yang kau rasa
Aku adalah cintamu
Sekaligus air mata dan harapan
Yang tertegun diantara karang

Aku juga adalah hatimu
Yang mencium keningmu setiap saat

Sampai saat kau memilih yg lain

Bagiku..
Hati terlampau beku, meski

Yang telanjang dan menggigil
Memeluk, mencumbui
Hati yang lain

[Cirebon.17 Oktober 2007]

Sekitar Kita, Prosa, Serba-serbi 12:51 pm

Aku pernah patah hati. Aku pernah jatuh tersungkur, terluka dan perih. Pedih menyayat sampai hancur. Aku pikir aku takkan pernah jatuh cinta lagi.

Aku pernah begitu mencintai seseorang. Menjaganya dengan sebaik-baiknya. Menyayanginya seolah takkan pernah ada lagi setelahnya. Aku mencintainya dengan sungguh-sungguh. Tak pernah terpikir untuk pergi dengan yang lain. Aku genggam cintaku seerat-eratnya. Sekuat-kuatnya. Sampai akhirnya aku tersingkir.

Aku pernah melawan, mencoba tegar seperti karang. Menahan gempuran ombak dan gelombang pasang. Tapi yang kuperjuangkan harus pergi meninggalkan karang. Lalu untuk apa aku bertahan?

Pernah kucoba memugar cinta yang lain. Mengumpulkan lagi puing-puing yang berserakan di luasnya hati. Dengan kesabaran yang kumiliki. Dengan jatuh cinta lagi, seolah tak pernah tersakiti. Tapi cinta tak tergantikan. Cinta juga tak saling menggantikan. Yang kubentuk bukan seperti yang terkira. Dan aku tersingkir (lagi).

Aku pernah dicintai saat aku terpuruk. Aku pernah dituntun. Wanita yang mencintai, memapahku pada kesadaran kenyataan. Walau tertatih. Dan ungkapkan cinta yang terpendam. Meski dia tahu aku tak mencintainya. Dia membuka hal lain, yang seharusnya kulakukan. Dan aku tersadar…

Ini adalah yang terdalam dari cintaku, yang pernah kusucikan segala rahasiaku padanya.
Tapi cerita tak harus terhenti. Ini adalah bagian dari cerita. Ini adalah bagian dari cinta. Walau akhirnya kau harus pergi (juga).

Dan cinta kan tetap terbang tinggi. Dengan sayap-sayapnya yang masih belum sempurna. Dan yang kuketahui, kau masih mencintaiku. Menyayangiku. Masih ingin memelukku.
Hatimu yang mencumbui gairahku dalam bayangan yang membisu dan kisah yang lekat dengan cintamu kepadaku.

Seperti yang kau minta…
Dalam hati…

[Sebuah ruangan kecil diatas ketinggian 1 meter diatas permukaan tanah. Bukit Permai, Antara Bulan Oktober/November 2006]


Solidaritas Kebersamaan