Apa yang terlintas
Apa yang tertindas
Apa yang terlukis
Apa yang terkikis
Bagiku
Kau adalah sinar
Yang menerangi
Setiap palung hati
Yang bercahaya
Diantara kemilau di sudut-sudut hati
Warna warni yang kau rasa
Aku adalah cintamu
Sekaligus air mata dan harapan
Yang tertegun diantara karang
Aku juga adalah hatimu
Yang mencium keningmu setiap saat
Sampai saat kau memilih yg lain
Bagiku..
Hati terlampau beku, meski
Memeluk, mencumbui
Hati yang lain
[Cirebon.17 Oktober 2007]











