el gibrany




SEKEDAR CERITA
a women like you

Sekitar Kita, Prosa, Serba-serbiMay 12, 2009 9:44 am

TENTANG cerita-cerita cinta. Tentang pencarian cinta ideal sepasang kekasih. Tentang konflik dalam cerita. Orang tua, keluarga, orang-orang di sekitar, dan peran antagonis.

Dari satu episode ke episode berikutnya. Tentang pilihan-pilihan, tentang penolakan-penolakan, tentang kecewa, tentang sakitnya dikhianati. Tentang takut, tentang rasa memiliki, tentang dilema, orang tua, kekasih, tentang sebuah cinta, tentang sebentuk konsekuensi.

Sebuah pertarungan cinta.

Cinta dan cahaya..
Cahaya yang terasing dari cahaya yang lain. Yang melebur lalu membeku, lalu terbebas dan kembali mengepak, membubung, kuasai hati. Tak pernah ingin beranjak. Juga begitu takut terhempas.

Lalu..
Sebutir kata tertunduk lesu. Bait-bait ketakutan menyudut dan memilah mimpi di keremangan.

Takut.

Melihat lagi jejak-jejak yang tertutup debu. Keriangan yang menjerit. Kegilaan yang menjadi. Lalu air mata, luka, perih, dan lagi-lagi..
Takut..

Kebisuan kata meluruh di balik sepi. Kebingungan tengah merambah sampai pedalaman hati. Pertanyaan-pertanyaan kecil yang terus hadir. Menjadi belantara sunyi. Menepi di sisi hati. Berbaris diantara lirik-liriknya sendiri.

Dan..
Angin kecil yang masih terukir. Tanpa suara, tanpa cahaya. Mimpi-mimpi yang terinjak oleh penuh sesak ketakutan. Dimana lagi kan meminjam jerit tawa? Yang memecah karang kepedihan sampai hancur menjadi debu, menutup air mata.

Ketika..
Awan mendung menteror wajah hati. Sekejap hamparan hijau terkonversi abu-abu. Hati yang diliputi cinta tak kuasa membendung. Kepedihan dari dalamnya rasa.

Inikah sesuatu yang diminta mampu setegar karang? Apa lagi yang harus dijinakkan untuk menghalau badai yang datang?

Aku sangat mencintaimu..

Sekitar Kita, Serba-serbiMay 6, 2009 6:58 am

I wonder how I ever made it through a day
How did I settle for the world in shades of gray
When you go in circles all the scenery looks the same
And you don’t know why
And I looked into your eyes
Where the road stretched out in front of me
And I realized

I’d never lived
Before your love
I’d never felt
Before your touch
And I’d never needed anyone
To make me feel alive
But then again,
I wasn’t really livin’

I’d never lived…
Before your love

I wanted more than just an ordinary life
All of my dreams, seemed like castles in the sky
I stand before you and my heart is in your hands
And I don’t know how
I’d survive without your kiss
Cuz you’ve given me
A reason to exist

I’d never lived
Before your love
I’d never felt
Before your touch
I’d never needed anyone
To make me feel alive
But then again,
I wasn’t really livin’

I’d never lived… before your love
I’d never lived… Before your love

And I don’t know why
Why the sun decides to shine
But you’ve breathed your love into me just in time
I’d never lived
Before your love
I’d never felt
Before your touch
I’d never needed anyone
To make me feel alive
But then again
I wasn’t really livin’

I’d never lived
I’d never lived
Before!…
Your!!…
Love

Sekitar Kita, Serba-serbi, Sosial-Budaya 5:39 am


Harita basa usum halodo panjang
Calik paduduaan
Dina samak salambar
Hmmm.. saksina bulan anu sapotong
Hmmm.. saksina bentang anu baranang

Aya kasono aya katresna
Aya kadeudeuh aya kanyaah
Ngabagi rasa bungah jeung bagja duaan
Aya kasono aya katresna
Aya kadeudeuh aya kanyaah
Ngabagi rasa bungah jeung bagja duaan
Sisi laut Pangandaran?

Tina ati pada pada kedal jangji
Urang silih asuh silih asih silih jadi
Deg ngadegkeun arti asih saenyana
Deg ngadegkeun arti deudeuh saenyana
Ulah dugika rasa katresna
Kerep ngagedur ukur amarah
Nu balukarna nuntun kana jalan salah
Sisi laut Pangandaran?

Reup dicanggreud hate geus pageuh kabeungkeut
Sisi laut Pangandaran
Reup dicangkrem beuki rapet beuki deudeuh
Sisi laut Pangandaran

Sekitar Kita, Serba-serbiMay 1, 2009 10:48 am

Apakah kau tak pernah tahu
Betapa indahnya dirimu
Biarkan rambut yang tergerai
Jatuh dalam pelukanku

* Kucium hatimu damai
   Kutatap matamu harapan
   Saat kita erat berpelukan
   Untuk indahnya berkata
  
Reff:

Oh menikahlah denganku
Oh bahagialah selamanya

Musim demi musim berlalu
Menuai usia kita
Lihat buah hati bercanda
Di padang yang kita bina

repeat *

reff2:

Oh abadilah cintaku
Oh biarlah dunia berlalu

Oh bahagialah kasihku
Oh bahagialah selamanya

 


Solidaritas Kebersamaan