TENTANG cerita-cerita cinta. Tentang pencarian cinta ideal sepasang kekasih. Tentang konflik dalam cerita. Orang tua, keluarga, orang-orang di sekitar, dan peran antagonis.

Dari satu episode ke episode berikutnya. Tentang pilihan-pilihan, tentang penolakan-penolakan, tentang kecewa, tentang sakitnya dikhianati. Tentang takut, tentang rasa memiliki, tentang dilema, orang tua, kekasih, tentang sebuah cinta, tentang sebentuk konsekuensi.

Sebuah pertarungan cinta.

Cinta dan cahaya..
Cahaya yang terasing dari cahaya yang lain. Yang melebur lalu membeku, lalu terbebas dan kembali mengepak, membubung, kuasai hati. Tak pernah ingin beranjak. Juga begitu takut terhempas.

Lalu..
Sebutir kata tertunduk lesu. Bait-bait ketakutan menyudut dan memilah mimpi di keremangan.

Takut.

Melihat lagi jejak-jejak yang tertutup debu. Keriangan yang menjerit. Kegilaan yang menjadi. Lalu air mata, luka, perih, dan lagi-lagi..
Takut..

Kebisuan kata meluruh di balik sepi. Kebingungan tengah merambah sampai pedalaman hati. Pertanyaan-pertanyaan kecil yang terus hadir. Menjadi belantara sunyi. Menepi di sisi hati. Berbaris diantara lirik-liriknya sendiri.

Dan..
Angin kecil yang masih terukir. Tanpa suara, tanpa cahaya. Mimpi-mimpi yang terinjak oleh penuh sesak ketakutan. Dimana lagi kan meminjam jerit tawa? Yang memecah karang kepedihan sampai hancur menjadi debu, menutup air mata.

Ketika..
Awan mendung menteror wajah hati. Sekejap hamparan hijau terkonversi abu-abu. Hati yang diliputi cinta tak kuasa membendung. Kepedihan dari dalamnya rasa.

Inikah sesuatu yang diminta mampu setegar karang? Apa lagi yang harus dijinakkan untuk menghalau badai yang datang?

Aku sangat mencintaimu..