Awan putih bergerak penuh ragu di balik mendung yang kian menghitam
Saat aku berjalan, yang kusangka hanya gerimis. Takkan membasahi pakaian dan aku terus berjalan, membiarkan rasa terus mengalir.
Rinai hujan, gerimis kecil yang ku tantang, menjawab keluguan hati. Gerimis basahi jalanan, basahi pakaian, basahi pikiran, rasa ini terus mengalir.
Ketika tersadar, kuyup badan ini, rasa ini telah tumbuh. Cinta ini tak bisa kutepis. Dan rindu terus menggigil.
Genangan air di tanah.
Ketika genangan itu di bawah terik
Lalu mengering
Apakah cinta turut mengering?
Apakah cinta itu lenyap?
Apakah air itu berubah?
Genangan itu menguap, apakah cinta menguap?
Atau cinta berganti wujud?
Dari uap, lalu berganti awan di langit
Menggumpal..
Menjadi awan hitam
Lalu gerimis turun, menjadi hujan
Menggenang lagi, menguap lagi, menggumpal lagi,
Mendung lagi, gerimis lagi, hujan lagi..
(elgibrany. Denpasar 2009)











