Ketika tikaman belati merapuhkan hati, sebait cinta meluruh sekujur tubuh
Ketika hati tengah mendulang air mata, lembut hati tiba memeluk perihnya sayatan
Ketika malam menghantu senyap, tak berujung, adalah jiwa sejuk menuai keriuhan tersisa
Pedih tak berkesudahan, belahlah mimpi ini dengan sedikit senyummu..
Hunuslah pedang ini!
Sudahi rasa takutmu mencintaiku, hentikan belas kasih itu
Rasakan rapuh jiwa ini berharap banyak dari cintamu
dan biarkan jiwa ini tersenyum..
Aku bukan siapa-siapa untuk dicintai
dan kau terlampau sempurna untuk kujaga
sampai saat mimpi seperti melebur bukan hanya di tiap malamku
Sampai tak tersisa detik untuk terus tak memikirkanmu
Sebuah mimpi yang tertuai hasrat..aku memilikimu..
(Denpasar. 181208)











