el gibrany




SEKEDAR CERITA
a women like you

Sekitar Kita, Serba-serbi, Politik, Sejarah, Sosial-BudayaJanuary 18, 2009 1:15 pm

 

KOTA GAZA—Serangan Israel yang menghancurkan di Jalur Gaza telah menyebabkan kerusakan pada infrastruktur Palestina seluruhnya senilai 476 juta dolar, biro statistik pusat Palestina mengatakan, Sabtu (17/1).

Angka resmi menunjukkan bahwa sejak awal serangan Israel pada 27 Desember, sekitar 4.000 tempat tinggal telah hancur, dan juga 48 kantor dan bangunan pemerintah, 30 pos polisi dan 20 masjid.

Daftar panjang itu juga mendaftar kerusakan jalan, sekolah, jaringan listrik dan jaringan air.

Secara keseluruhan, sekitar 14 persen dari semua bangunan di wilayah yang dihantam berulang-ulang itu telah rusak atau hancur.

Para pemimpin Arab diperkirakan akan membahas pembangunan kembali Gaza pada pertemuan puncak ekonomi regional di Kuwait pada 19-20 Januari.

Republik Cheko, yang sekarang ini memegang jabatan presiden bergilir Uni Eropa, juga telah memberi kesan akan mengadakan konferensi donor guna mengumpulkan dana bagi kebutuhan kemanusiaan dari 1,5 juta penduduk Gaza yang sangat menyedihkan. (afp/ant/ri)

**
Sumber : REPUBLIKA ONLINE
Image : bbsnews.net

Sekitar Kita, Serba-serbi, Politik, Sejarah, Sosial-Budaya 1:01 pm

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Michael Heart)

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

*** 

 

Image : taghrib.ir

Sekitar Kita, Politik, SejarahNovember 25, 2008 6:40 am

JAKARTA, SENIN-Adam Malik, wakil presiden kedua RI disebut-sebut sebagai agen CIA (Central Intelligence Agency/dinas rahasia AS). Pahlawan nasional ini bahkan disebut sebagai pejabat tertinggi yang pernah direkrut CIA di Indonesia.

Adam Malik yang dijuluki Si Kancil ini mendampingi Presiden Soeharto pada periode 1978-1983. Salah satu pendiri LKBN Antara ini pernah menjadi diplomat kunci dalam kebijakan luar negeri RI awal Orde Baru dan dubes untuk Uni Soviet. Ia meninggal pada September 1984 atau setahun setelah tidak menjabat wakil presiden.

Keterlibatan Adam Malik sebagai agen CIA itu disebutkan wartawan New York Times, Tim Weiner, dalam bukunya Legacy of Ashes, History of the CIA (diterjemahkan menjadi Membongkar Kegagalan CIA).

Dalam buku itu, Weiner mengutip pernyataan pejabat tinggi CIA Clyde McAvoy dalam wawancara pada 2005 yang menjadi bahan buku itu. Disebutkan, McAvoy bertemu Adam Malik pada 1964, atau setahun sebelum prahara politik September 1965. ”Saya merekrut dan mengontrol Adam Malik,” kata McAvoy dalam wawancara waktu itu.

McAvoy mengatakan, setelah berhasil merekrut Adam Malik, ia mendapat persetujuan untuk meningkatkan program rahasia buat mendorong persetujuan operasi rahasia di Indonesia, terutam terkait dengan persaingan di spektrum politik kanan dan kiri.

Weiner, menyebut setelah Adam Malik direkrut Clyde McAvoy menjadi agen CIA, ia berperan menggulingkan Soekarno, dan menumpas PKI. CIA pun membentuk trio yang kelak berkuasa pascatumbangnya Soekarno, yakni Adam Malik, Sultan Hamenglubuwono IX, dan Soeharto.

"Sang Duta Besar mengatakan dia bertemu dengan Adam Malik "di sebuah lokasi rahasia" dan mendapatkan "gambaran sangat jelas tentang apa yang dipikirkan Soeharto dan Adam Malik, serta apa yang mereka usulkan untuk dilakukan" buat membebaskan Indonesia dari komunisme melalui gerakan politik baru yang mereka pimpin, yang disebut Kap_gestapu," tulis Tim Weiner (halaman 331).

Pada pertengahan Oktober 1965, Adam Malik mengirimkan seorang pembantunya ke kediaman perwira politik senior Kedubes AS, Bob Martens, yang pernah bertugas di Moskow, kota tempat Adam Malik pernah bertugas sebagai duta besar.

Martens menyerahkan kepada utusan Adam Malik itu sebuah daftar yang tidak bersifat rahasia, yang berisi nama 67 pemimpin PKI, sebuah daftar yang telah dia rangkum dari kliping-kliping surat kabar. "Dokumen itu sama sekali bukanlah daftar orang yang akan dibunuh," ujar Martens.

Klaim bahwa Adam Malik merupakan agen CIA sangat diragukan sejarawan Asvi Marwan Adam. Asvi beranggapan, selain bahwa klaim itu tidak didukung dokumen yang kuat dan saksi, Adam Malik juga telah meninggal. "Jadi ini hanya pernyataan sepihak pada seseorang yang sudah tidak mungkin memberikan konfirmasi atau jawaban," ujar Asvi, Minggu (23/11).

Asvi menduga, klaim McAvoy untuk itu demi mendongkrak popularitasnya saja. "Akan terdengar luar biasa kan kalau seorang petinggi negara lain pernah dia jadikan agen. Mungkin dia hanya cari nama saja,” kata Asvi.

Asvi juga menyorot bagian dalam buku itu yang menyebut bahwa CIA menggelontor dana sebesar 10.000 dolar AS pada rezim yang dikendalikannya untuk menumpas PKI. "Amerika Serikat berkepentingan dengan pemberantasan komunis, mereka bukan hanya menyumbang uang tapi juga senjata," ujarnya.

Atas terbitnya buku itu, kata Asvi, keluarga Adam Malik dan pemerintah harus bersikap, antara lain dengan mengeluarkan bantahan. Alasan Asvi, Adam Malik adalah tokoh yang harus dijaga nama baiknya. Apalagi saat ini akan dibangun bandara udara di Sumatera Utara bernama Adam Malik. Penarikan buku dari peredaran, kata Asvi juga bisa jadi alternatif untuk menghentikan tuduhan pada Adam Malik ini.

"Mungkin pemerintah melalui departemen sosial dan menteri sekretaris negara harus membantah, kalau perlu menanyakan kepada penulisnya apa bukti, dokumen atau saksi atas pernyataan yang dibuatnya," ujar Asvi.

Sepakat dengan Asvi, pengamat intelijen Wawan Purwanto mengatakan rekrutmen agen CIA tidak mudah dan dilakukan dengan sangat rahasia. Dokumen rekrutmen itu pasti ada.

"Paling tidak ada surat tugas atau surat keputusan yang jelas tentang kebaradaan agen tersebut," ujarnya.

Namun Wawan tidak sepakat dengan gagasan penarikan buku. "Kalau dilakukan akan memperlaris buku, sebab orang jadi bertanya-tanya apa isi buku itu," ujarnya. Menurutnya, yang bisa dilakukan keluarga dan pemerintah adalah klarifikasi. Misalnya dengan menerbitkan buku putih atau paling tidak konferensi pers untuk membantah tuduhan ini.

Gagasan penarikan buku juga dipandang sebelah mata oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) yang lebih suka menyerahkan masalah itu kepada keluarga Adam Malik. "Itu masalah pribadi. Belum bisa dikategorikan sebagai menggangu ideologi, politik, sosial, budaya dan pertahanan-keamanan," tegas Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung M Jasman Panjaitan.

Lagi pula, menurut Jasman, buku Membongkar Kegagalan CIA tidak termasuk dalam barang cetakan yang mengganggu ketertiban umum yang selama ini dijadikan patokan Kejagung untuk membredel buku. Kendati demikian, apabila pihak keluarga Adam Malik merasa keberatan, mereka bisa mengadukan ke Kejagung. (jbp/yls/ti)

Sumber : http://www.kompas.com/

Image : http://www.tokohindonesia.com/ 

SejarahOctober 17, 2008 7:28 am

Seorang ahli matematika dari uzbekistan yang bernama Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al-Khwarizmi (770-840) lahir di Khwarizm (Kheva), kota di selatan sungai Oxus (Uzbekistan), Yang Kemudian mendedikasikan waktunya di Bait Al Hikmah, Baghdad, Iraq.

Al khwarizmi juga adalah penemu dari beberapa cabang ilmu matematika yang dikenal sebagai astronom dan geografer. Kata Aljabar diambil dari salah satu judul bukunya, Al Jabar Wal Muqabala. Buku matematika yang menjadi rujukan berbagai perguruan tinggi di dunia. Tentang perhitungan Linier dan kuadrat. Bahkan kata algoritma sendiri diambil dari penyebutan namanya sendiri, Algorizm.

Selain dijuluki sebagai bapak Aljabar dan Logaritma, beliau juga adalah bapak matematika yang paling berpengaruh sepanjang masa. Pada abad ke-12 beliau memperkenalkan pada dunia sistem perhitungan desimal dan penyusunan daftar logaritma dalam sebuah tabel rincian trigonometri yang membuat fungsi sinus, kosinus, tangen dan kotangen serta konsep difrensiasi. Khwarizm juga mengadopsi penggunaan angka nol, dalam ilmu aritmetik dan sistem desimal.

Beberapa bukunya banyak diterjemahkan kedalam bahasa latin pada awal abad ke-12, oleh dua orang penerjemah terkemuka yaitu Adelard Bath dan Gerard Cremona. Risalah-risalah aritmetikanya, seperti Kitab al-Jam’a wal-Tafreeq bil Hisab al-Hindi, Algebra, Al-Maqala fi Hisab-al Jabr wa-al-Muqabilah, hanya dikenal dari translasi berbahasa latin.

Buku geografinya berjudul Kitab Surat-al-Ard yang memuat peta-peta dunia pun telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris. Riset pengukuran yang dilakukan di sanjar dan palmyra berhasil menentukan ukuran dan bentuk bundaran bumi yang kemudian dipakai para penjelajah eropa mengelilingi bumi.

Politik, SejarahOctober 9, 2008 2:09 pm

Teks lengkap pidato atau pernyataan dr Ribka Tjiptaning Proletariyati.  Pada hari Rabu tanggal 9 April 2003, di Sidang Komisi Tinggi PBB Mengenai Hak-Hak Asasi Manusia (UNHCHR) di Jenewa.

 

Setelah rezim militer pimpinan Suharto yang didukung oleh kepentingan asing dalam rangka Perang Dingin, pada tahun 1965 merampas kekuasaan di Indonesia, dilakukan olehnya tindakan-tindakan kekerasan berat terhadap suatu bagian tertentu dari penduduk sipil.

 

Tindakan-tindakan tersebut termasuk pembunuhan sekitar 3 juta manusia, laki dan perempuan, dewasa dan remaja yang dianggap anggota Partai Komunis Indonesia atau organisasi-organisasi massa-nya bahkan juga orang-orang yang tidak berdosa yang dituuduh menjadi simpatisannya berdasarkan soal dendam pribadi atau karena orang tersebut bersikap perduli tentang nasib anak-anak yatim piatu yang ditinggalkan oleh mereka yang dibunuh dan ditahan. Dalam kenyataannya mereka itu semua penduduk sipil yang tidak bersenjata”.

 

Untuk memperkuat kekuasaannya, rezim Suharto selanjutnya juga menahan beratus ribu orang tanpa proses hukum, tanpa tuduhan yang jelas, tanpa batas waktu. Pada tahun 1967 Jaksa Agung mengaku bahwa lebih kurang 200.000 orang telah dimasukkan dalam kamp-kamp konsentrasi. Disamping itu semua, anak-anak dan keluarga (bapak-bapak dan ibu-ibu tua) dari mereka yang telah dibunuh, dihilangkan akan ditahan, walaupun sudah kehilangan segalanya masih diberi cap sebagai “tidak bersih lingkungan” dan karena itu dikenai berbagai peraturan diskriminatif yang diundangkan oleh rezim Orde baru. Pendeskriminasian itu masih diberlakukan hingga sekarang terhadap anak-anak dari anak-anak tersebut sehingga menjadi jumlah korban yang masih hidup dari rezim tersebut menjadi sepuluh hingga limabelas juta orang kehilangan banyak dari hak-hak sipilnya.

 

Selama lebih dari 30 tahun pemerintah militer jenderal Suharto masalah kejahatan pembunuhan massal, pembantaian, penahanan dan penghilangan-penghilangan manusia tersebut tabu untuk diungkapkan (dibicarakan) di Indonesia.

 

Begitupun tindakan yang dilakukan pihak rezim militer jenderal Suharto itu merupakan salah satu pelanggaran HAM terbesar selama abad ke 20, pengaruhnya terhadap  suatu bagian yang penting dari masyarakat Indonesia hingga kini belum terselesaikan dengan baik.

 

Diri saya sebagai contoh:

 

Ayah saya ditahan selama lebih 15 tahun tanpa proses hukum yang wajar. Ia mengalami penganiayaan, disiksa dengan setrum listrik, digantung dengan kepala di bawah hingga darah mengalir dari kuping, hidung dan mulutnya, punggungnya disetrika dengan setrikaan panas sehingga mengalami serangan jantung.

 

Ayah saya adalah pemilik sebuah pabrik paku, tetapi beliau juga seorang pengurus organisasi pemuda progresif. Pabriknya disita oleh penguasa militer tanpa ganti rugi dan isteri serta anak-anaknya ditaruh di jalan. Saya berumur lebih kurang 7 tahun ketika hal itu terjadi dan selama bertahun-tahun berikutnya berjuang untuk mempertahankan hidup keluarga di tengah masyarakat yang bersikap diskriminatip dan menstigma sebagai “tidak bersih lingkungan”.

 

Saya tidak diterima di sekolah-sekolah pemerintah, karena dianggap “tidak bersih lingkungan”. Lewat sekolah-sekolah partikulir saya dapat memperoleh diploma sebagai sarjana (dokter), tetapi sekali lagi, karena dianggap “tidak bersih lingkungan”, saya tidak diberi izin praktek dokter yang resmi dan tidak diperbolehkan menjalankan profesi saya di rumahsakit-rumahsakit pemerintah.

 

Dan walaupun saya anggota Pengurus PDI Perjuangan daerah Jawa Barat, Undang-Undang Pemilu tahun 2004 yang baru-baru ini ditetapkan, melarang saya dipilih untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

 

Itulah sebabnya dengan ini: 

1. Kami mendesak UNHCHR untuk memberi perhatiannya terhadap kejahatan terhadap kemanusiaan yang telah dilakukan oleh rezim militer jenderal Suharto selama 32 tahun kekuasaan sejak tahun 1965.
2. Kami mendesak UNHCHR untuk mengambil tanggungjawab yang memang seharusnya dipikul olehnya agar pelanggaran-pelanggaran berat HAM seukuran itu tidak dilewatkan begitu saja tanpa penuntutan yang layak. Kami ingin agar UNHCHR merumuskan penyelidikan kasusnya oleh seorang “special rapporteur”.
3. Kami mendesak UNHCHR demi keadilan dan kemanusiaan untuk mengambil langkah-langkah yang setepatnya, berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, agar para pelakunya dibuat bertanggungjawab atas kesalahan yang telah mereka perbuat.

 

 

Demikian pernyataan saya. Dengan ini pula saya mengucapkan beribu terimakasih atas kesempatan yang diberikan.

——————————————- 

 

Dr Ribka Tjiptaning Proletariyati adalah Ketua Umum Paguyuban Korban Orde Baru (PAKORBA), Ketua Umum Lembaga Penelitian Korban Peristiwa 1965 (LPKP-65); dan selain itu saat ini dia juga merupakan fungsionaris PDI Perjuangan, yakni sebagai Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat.

Salah satu bukunya adalah "Aku Bangga  Menjadi Anak PKI"

Dikutip dari Korwil PDIP


Solidaritas Kebersamaan